Feel banana feel the freedom

November 30, 2007

Install Compiz di Vector

Filed under: Linux Umum — yoner @ 1:44 am

Lagi nyoba nginstall 3D nya linux, tapi masih banyak problemnya, nanti kalau dah berhasil baru wa bikin step by stepnya

Setelah coba dan coba dan cari informasi di internet, ternyata banyak banget yg harus dimodifikasi :(

Akhirnya gwe putuskan untuk tidak melanjutkan sesi ini.

Lebih baik nunggu vector 5.9 aja keluar kan sebentar lagi :p

October 24, 2007

Kumpulan Tips dan Trik Pada Linux Slackware 10.1

Filed under: Linux Umum — yoner @ 5:12 pm

Written by : JavaManiaC, pemulajava@gmail.com

1. Konfigurasi Sound Card.
2. Konfigurasi Mouse yang mempunyai Scroll.
3. Agar user biasa dapat mengakses floppy,usb dan cdrom drive.
4. Akses read/write untuk user pada partisi vfat.
5. Mengganti splash screen di gnome.
6. Referensi.

1. KONFIGURASI SOUND CARD.

Untuk mengkonfigurasi sound card anda agar bisa berfungsi, coba anda masuk ke root console
kemudian ketikan perintah “alsaconf”.

root@myBlackBox:~# alsaconf

Perintah “alsaconf” akan mendeteksi jenis sound card yang anda miliki secara otomatis,
di komputer penulis sound card yang terdeteksi adalah “intel8×0″. Pilih kemudian tekan OK.

Setelah konfigurasi sound card selesai, ketikkan perintah “alsamixer” untuk menyetting
volume yang anda inginkan :))

root@myBlackBox:~# alsamixer

Setelah merasa pas dengan settingan volumenya, coba jalankan perintah “alsactl store”
untuk menyimpan semua konfigurasi dan settingan yang telah anda lakukan.

root@myBlackBox:~# alsactl store
root@myBlackBox:~#

Nanti setelah anda merestat komputer, maka sistem akan menjalankan perintah alsactl
restore.

2. KONFIGURASI MOUSE YANG MEMPUNYAI SCROLL.

Untuk dapat menggunakan mouse yang mempunyai scroll, anda harus mengkonfigurasinya secara
manual di Slackware. File yang perlu anda edit agar mouse anda bekerja adalah file
xorg.conf yang berada di directory /etc/X11/.
Gunakan editor kesayangan anda utk mengedit file xorg.conf, baris-baris yang perlu anda
edit yaitu:

root@myBlackBox:~#joe /etc/X11/xorg.conf

——————— Begin of File ———————
Section “InputDevice”

# Identifier and driver

Identifier “Mouse1″
Driver “mouse”

bla…….bla…….bla…….bla…….
bla…….bla…….bla…….bla…….

# The available mouse protocols types that you can set below are:
# Auto BusMouse GlidePoint GlidePointPS/2 IntelliMouse IMPS/2
# Logitech Microsoft MMHitTab MMSeries Mouseman MouseManPlusPS/2
# MouseSystems NetMousePS/2 NetScrollPS/2 OSMouse PS/2 SysMouse
# ThinkingMouse ThinkingMousePS/2 Xqueue
Option “Protocol” “IMPS/2″ <<— KONFIGURASI UNTUK MOUSE YANG MEMPUNYAI SCOLL.

# The mouse device. The device is normally set to /dev/mouse,
# which is usually a symbolic link to the real device.

# Option “Device” “/dev/mouse”
Option “Device” “/dev/psaux” <= DEFAULTNYA BARIS INI DI REM, BUKA REMNYA AGAR SCROLL ANDA BERFUNGSI.
# Option “Device” “/dev/ttyS0″
# Option “Device” “/dev/ttyS1″

# Bagian dibawah ini merupakan hal yang mutlak untuk
# dapat menggunakan scroll mouse anda

Option “Buttons” “5″ <– TAMBAHKAN BARIS INI.
Option “ZAxisMapping” “4 5″ <– TAMBAHKAN BARIS INI.

# When using XQUEUE, comment out the above two lines, and uncomment
# the following line.

# Option “Protocol” “Xqueue”

bla…bla….bla…
bla…bla….bla…
——————— End of File ———————

Setelah melakukan modifikasi, simpan kemudian keluar. Sekarang cobalah apakah scroll di
mouse anda sekarang sudah berfungsi ??

3. AGAR USER BIASA DAPAT MENGAKSES FLOPPY, USB DAN CDROM.

Pada default instalasi slackware(mungkin pada distribusi linux yang lain), untuk dapat mengakses floppy,usb dan cdrom
drive hanya akses root saja yang dapat melakukan hal tersebut. Sebelum anda melakukan editng pada file /etc/fstab,
tentukan dulu direktori “mount point” yang biasanya berada dibawah direktori /mnt. Pada slackware, dibawah direktori
/mnt sudah terdapat “mount point” untuk floppy dan cdrom, sedangkan untuk usb silahkan anda buat sendiri direktori
mount pointnya dengan cara

root@myBlackBox:~#mkdir /mnt/usb

Pada komputer penulis, direktori untuk “mount point” seperti terlihat pada baris dibawah ini:

root@myBlackBox:~#ls /mnt
cdrom floppy usb winD winE
root@myBlackBox:~#

Sekarang, agar user biasa dapat mengakses floppy dan cdrom drive, editlah file di /etc/fstab(dengan akses root) seperti
dibawah ini:

———————- Begin of File ——————————

/dev/sda1 /mnt/usb auto noauto,users,rw 0 0
/dev/cdrom /mnt/cdrom iso9660 noauto,users,ro 0 0
/dev/fd0 /mnt/floppy auto noauto,users 0 0

———————— End of File ——————————

NB: Untuk keterangan lengkap silahkan baca manualnya sendiri :)

Setelah edit, simpanlah konfigurasi file /etc/fstab tersebut kemudian coba apakah sekarang user dapat mengakses
cdrom, usb dan floppy drive ???

4. AKSES READ/WRITE UNTUK USER PADA PARTISI VFAT(FAT32).

Jika pada komputer anda terdapat dua buah sistem operasi yang berjalan(dual boot), biasanya kita menyimpan data
pada partisi yang filesystemnya dapat dikenali dengan baik oleh kedua sistem operasi kita tersebut. Dimisalkan disini
anda menginstal Windows XP dengan 3 partisi dan Linux pada partisi terakhir, partisi pada Windows XP adalah sebagai
berikut:

Partisi C:\> //-> Untuk sistem Windows XP dengan filesystem NTFS.
Partisi D:\> //-> Untuk Kumpulan Data dengan filesystem FAT32. (dilinux dikenal dengan vfat)
Partisi E:\> //-> Untuk Kumpulan Master-Program dengan filesystem FAT32. (dilinux dikenal dengan vfat)

Pada distro linux slackware, user hanya mempunyai akses read only saja pada partisi FAT32(jika ingin write harus
akses root). Terus, bagaimana caranya agar user dapat akses read maupun write pada partisi FAT32 ??
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Masuk ke root konsole.
2. Editlah file di /etc/fstab seperti dibawah ini

———————- Begin of File ——————————

/dev/hda6 /mnt/winD vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0
/dev/hda7 /mnt/winE vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0

———————— End of File ——————————

3. Simpan kemudian coba buat sebuah direktori di partisi FAT32 dengan akses user.
4. Selesai.

NB: Untuk keterangan lengkap silahkan baca manualnya sendiri :)

5. MENGGANTI SPLASH SCREEN DI GNOME.

Bosan dengan tampilan splash screen gnome yang hanya itu-itu saja ??
Ingin mencoba mengganti tampilan splash screen tersebut ? Klo iya, berarti sama dengan penulis yang gampang sekali
bosan :D:). Ikuti tahapan dibawah ini:

Dimisalkan anda mempunyai gambar yang bernama linux.png dan berada pada direktori /home/javamaniac/

1. Masuk ke shell prompt kemudian ketik gconf-editor dengan cara sbb:

[javamaniac@myResearchBox:~]$ gconf-editor

2. Masuk ke /apps/gnome-session/options kemudian editlah key pada splash_image dengan cara klik kanan edit key.
3. Masukkan path gambar yang ingin dijadikan sebagai splash screen anda.

Contoh key pada splash_image penulis:

Splash_image : /home/javamaniac/linux.png

Keluar dari gconf-editor, kemudian restat window manager anda.
Bagaimana ??
Keluar splash screen yang sesuai dengan keinginan anda ??

TIPS DUAL BOOTING LINUX FIRST PADA HARDDISK YANG BERBEDA.

Filed under: Linux Umum — yoner @ 5:07 pm

written by : JavaManiaC, pemulajava@gmail.com

PREFACE:
——–
o0> Tulisan ini merupakan saduran dari beberapa how-to yang penulis dapatkan di internet,
tujuan dari penulisan ini adalah untuk melatih penulis untuk belajar menulis yang baik
dan sebagai media dokumentasi pribadi untuk penulis yang mudah sekali lupa.
o0> Referensi-referensi yang penulis pakai pada tulisan ini adalah:
- Slackware_Linux_Essential.pdf
o0> Penulis telah mencoba mempraktekan tulisan ini dan berhasil,jika anda tidak berhasil maka jangan salahkan
penulis ;p (just kidding koq ;p)
o0> Kritik saran sangat diharapkan :):P

Pada kebanyakan referensi di internet yang membahas masalah dual booting(yang penulis temui ;p), disarankan untuk
terlebih dahulu menginstal windows kemudian baru linuxnya.

Pada kasus penulis, penulis mempunyai 2 harddisk yang berisi sebagai berikut:
1. Primary Master -> 40 GB -> Telah terinstal Linux.(memakai lilo, untuk grub penulis blm pernah mencoba)
2. Primary Slave -> 4.3 GB -> Telah terintal Windows XP.

Setiap kali penulis ingin pindah sistem operasi, maka yang penulis lakukan adalah masuk BIOS kemudian merubah urutan bootingnya.:( (lama-lama males juga klo harus begini terus)

Setelah cari-cari di internet, akhirnya ketemu juga caranya. Tahapan-tahapan yang diperlukan adalah sbb:
1. Menginstal lilo pada superblock partisi linux.
2. Ambil 512 bytes pertama dari partisi linux kemudian taruh di partisi Windows XP.
3. Mengedit file boot.ini dan menambahkan opsi untuk masuk ke partisi Linux.

1. MENGINSTAL LILO PADA SUPERBLOCK PARTISI LINUX.
————————————————-

Sebelum menginstal lilo pada superblok partisi linux, kita perlu mengetahui dimana letak partisi linux kita. Untuk
mengetahui letak partisi linux, ketikan perintah seperti dibawah ini:

——————————————————————————————————
bash-3.00# fdisk -l

Disk /dev/hda: 40.0 GB, 40020664320 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 1 608 4883728+ 83 Linux <– letak partisi linux.
/dev/hda2 1023 4865 30868897+ f W95 Ext’d (LBA)
/dev/hda3 609 1022 3325455 83 Linux
/dev/hda4 1 1 0 0 Empty
/dev/hda5 1023 1040 144553+ 82 Linux swap
/dev/hda6 1041 2315 10241406 b W95 FAT32
/dev/hda7 2316 4865 20482843+ b W95 FAT32

Partition table entries are not in disk order

Disk /dev/hdb: 4310 MB, 4310433792 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 524 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hdb1 * 1 523 4200966 7 HPFS/NTFS
bash-3.00#

——————————————————————————————————

Setelah mengetahui letak partisi linux, edit file /etc/lilo.conf seperti berikut:
——————————————————————————————————
# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
……
……
boot = /dev/hda1 <– SESUAIKAN SEPERTI YANG ANDA LIHAT PD COMMAND FDISK -L
……
……
# End LILO global section
# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz
root = /dev/hda1
label = slackware
read-only # Non-UMSDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends

——————————————————————————————————

Setelah melakukan pengeditan simpan kemudian compile lilo dengan menjalankan perintah sbb:

bash-3.00# lilo
Added slackware *
bash-3.00#

Jika anda tidak melihat pesan error apapun, maka dipastikan anda telah melalui tahapan ini dengan benar.

2. AMBIL 512 BYTES PERTAMA PARTISI LINUX KEMUDIAN TARUH DI PARTISI WINDOWS.
—————————————————————————

Untuk mengambil 512 bytes pertama dari partisi linux, ketikkan command seperti dibawah ini:

bash-3.00# dd if=/dev/hda1 of=/tmp/bootsect.lnx bs=1 count=512

Setelah menjalankan command tersebut, sekarang watkunya untuk mengcopy file /tmp/bootsect.lnx dan letakkan pada
C:\bootsect.lnx pada partisi windows XP (dapat dilakukan dengan berbagai cara misal: simpan dahulu ke usb, disket atau dapat langsung dicopy ke partisi windowsnya jika mempunyai akses baca tulis ke filesystem yang dituju).

Setelah mengcopy file bootsect.lnx ke partisi windows XP, sekarang kita dapat keluar dari Linux BOx kita dan masuk
pada windows untuk mengedit file boot.ini

3. MENGEDIT FILE BOOT.INI PADA WINDOWS XP.
——————————————

Untuk mengedit file boot.ini, ikuti langkah-langkah berikut:
C:\>attrib -r -a -s -h boot.ini
C:\>edit boot.ini

Kemudian tambahkan baris berikut diakhir file boot.ini
C:\bootsect.lnx=”Linux BOxKU”

Save kemudian restat, untuk pilihan booting kita pilih pada harddisk yang berisi sistem operasi Windows.

Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi:
————————————-
Ketika anda mencoba masuk pada partisi linux, anda mendapati error yang kurang lebih sbb:

09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a

Pemecahan:
- Coba lihat lagi konfigurasi di /etc/lilo.conf, apakah sudah benar-benar terinstal pada superblock ???
- Coba cek lagi dimana partisi linux anda berada, cek dengan command fdisk -l

Hacking Password Root

Filed under: Linux Umum — yoner @ 4:57 pm

Beberapa hari yg lalu kompi gateway gwe ada yang ngubah passwordnya ( Sial banget ganti password gak ngasih tau gwe terus kabur lagi ) Tapi apa daya kesal tinggal kesal toh orangnya dah kabur juga percuma dipikirin. The show must go on lah.

Cukup deh basa-basinya.

Sekarang kita persiapkan dulu perlengkapan perang kita.

  1. Kopi susu, rokok (gak recommended soalnya bisa mengganggu kesehatan :P)
  2. Live CD linux ( karena gwe vector mania ya so pasti live cd vector dong)
  3. USB –> buat nyimpen data file enkripsi password)
  4. Dan jangan lupa berdoa :D

Now we can start :

  • Minum kopi dulu biar gaka ngantuk
  • buka konsole kompi yg mau kita tau passwordnya, gwe kemarin sich pake kompi billing.
  • #cat /etc/shadow

hasilnya bakalan kayak gini

root:$1$vNHBsUCq$wDmYlHZTWuj9BA/Yripjy0:12966:0:99999:7:::
bin:*:12959:0:99999:7:::
daemon:*:12959:0:99999:7:::
adm:*:12959:0:99999:7:::
lp:*:12959:0:99999:7:::
sync:*:12959:0:99999:7:::
shutdown:*:12959:0:99999:7:::
halt:*:12959:0:99999:7:::
mail:*:12959:0:99999:7:::
news:*:12959:0:99999:7:::
uucp:*:12959:0:99999:7:::
operator:*:12959:0:99999:7:::
dst … bla ..la …bla

  • Lihat yang warna biru itu yg kita ambil dan simpan ke flashdisk
  • Sekarang kita ke komputer server yg mau kita ganti passwordnya, booting komputer tsb dengan live cd yg sudah kita persiapkan
  • Setelah selesai boot, ketik : fdisk -l
  • Lihat partisi mana yg merupakan partisi dari root kompi server
  • Mounting  partisi tsb misalkan ke  /mnt/hda1  (kalo live cd vector biasanya sudah dimounting)
  •  edit file /etc/shadow –> bisa pakai vi atau mcedit –> mcedit /mnt/hda1/etc/shadow
  • maka akan muncul seperti list diatas, kemudian ganti baris yg ada tulisan root itu dengan yg kita simpan tadi di flashdisk
  • simpan dan keluar
  • sekarang booting ulang tanpa live cd
  • Asyik sekarang password rootnya dah berubah deh sama kompi billing

Itu aja ah sekarang gwe mo ngopi lagi

October 13, 2007

Optimasi setting untuk Firefox

Filed under: Linux Umum — yoner @ 7:59 pm


buka browser mozilla firefox dari
menu > network > firefox
pilih menu edit > preferences
maka akan tampil sebagai berikut

pada tab Main :
“when firefox starts” : pilih > “show a blank page”
“home page” : kosongkan / dihapus saja
“save file to” : browse ke tempat tujuan anda jika download
hilangkan cawang pada bagian :
“always check to see if firefox is the default browser on startup”

pada tab Tabs :
hilangkan semua cawang yang ada dari empat pilihan tersebut

loncati tab Content dan Feeds
kita langsung saja menuju

pada tab Privacy :
hilangkan semua cawang pada sektor History
(ada tiga baris pilihan, hilangkan semua cawangnya)
pada sektor cookies
“keep until” : pilih “i close firefox”
tekan tombol “show cookies” yang ada di sebelahnya
tekan tombol “remove all cookies” lalu “close”
sekarang pada sektor Private Data
cawang bagian “always clear my private data when i close firefox”
bagian “ask me before clearing private data” tak perlu dicawang
lalu tekan tombol “settings” yang ada di sebelahnya
cawang semua pilihan yang ada, lalu “ok”

pada tab Security :
hilangkan cawang pada bagian “tell me if the site i’m visiting is a suspected forgery”
hilangkan juga cawang pada “remember password for sites”
pada bagian warning messages, tekan tombol “settings”
hilangkan semua cawang yang ada, lalu “ok”

pada tab Advanced :
pada sub tab general hilangkan semua cawang yang ada
pada sub tab network “cache” ganti angka “50″ jadi “100″
dan tekan tombol “clear now”
pada sub tab update
bagian “automatically check for updates to:”
hilangkan cawang pada “firefox”, “installed add-ons” dan “search engines”
akhirnya “close”

tutup dan buka kembali “firefox” anda

Tips lagi nich  :D

- ketik di browser firefox anda dengan keyword “about:config”

.:: settingan cepat dan singkat ::.
- network.dns.disableIPv6 -> true
- network.http.pipelining -> true
- network.http.pipelining.maxrequests -> 8
- network.http.proxy.pipelining -> true
- plugin.expose_full_path -> true <- penambahan dari saya :D

.:: Fast Computer Fast Connection ::.
- content.interrupt.parsing = true
- content.max.tokenizing.time = 2250000
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- nglayout.initialpaint.delay = 0
- network.http.max-connections = 48
- network.http.max-connections-per-server = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 8
- browser.cache.memory.capacity = 65536

.:: Fast Computer, Slower Connection ::.
- content.max.tokenizing.time = 2250000
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- network.http.max-connections = 48
- network.http.max-connections-per-server= 16
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 8
- nglayout.initialpaint.delay = 0
- browser.cache.memory.capacity = 65536

.:: Fast Computer, Slow Connection ::.
- browser.xul.error_pages.enabled = true
- content.interrupt.parsing = true
- content.max.tokenizing.time = 3000000
- content.maxtextrun = 8191
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- network.http.max-connections = 32
- network.http.max-connections-per-server = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-server” = 4
- nglayout.initialpaint.delay = 0
- browser.cache.memory.capacity = 65536

.:: Slow Computer, Fast Connection ::.
- content.max.tokenizing.time = 3000000
- content.notify.backoffcount = 5
- content.notify.interval = 1000000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold”, 1000000);
- content.maxtextrun = 4095
- nglayout.initialpaint.delay = 1000
- network.http.max-connections = 48
- network.http.max-connections-per-server = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 16
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 8
- dom.disable_window_status_change = true

.:: Slow Computer, Slow Connection (Dial Up) ::.
- content.max.tokenizing.time = 2250000
- content.notify.interval = 750000
- content.notify.ontimer = true
- content.switch.threshold = 750000
- nglayout.initialpaint.delay = 750
- network.http.max-connections = 32
- network.http.max-connections-per-server = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 8
- network.http.max-persistent-connections-per-server = 4
- dom.disable_window_status_change = true

semoga sedikit membantu

Tips & Tricks Open Office

Filed under: Linux Umum — yoner @ 7:56 pm

Auto save .doc di OpenOffice


Untuk membuat User warnet tidak bingung save file dari OpenOffice , setting dahulu Open Office nya . di menu TOOLS - OPTION - Pilih Yang Load/Save , plih General , terus cari menu di kanan yang ada tulisan Always Save As , Pilih di bawahnya yang Microsoft Windows 97/200/XP , lalu OK .Tips Kedua 

Bagi pengguna linux (dan sebagian pemakai windows) mungkin sudah maklum kalo menjalankan OpenOffice itu terasa berat (walaupun saat program tersebut sudah berjalan, tidak terlalu berat). Sebagian orang telah menyarankan agar menggunakan fasilitas quickstarter pada system tray yang berguna untuk mendongkrak saat menjalankan OpenOffice.

Hal ini sempat menjadi pengaturan baku pada versi 1.x, namun pada versi 2.x pengaturan ini tidak diaktifkan. Tips berikut bukan hanya dengan mengaktifkan quickstarter, tapi ada beberapa pengaturan yang harus diubah. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mengoptimalkan OpenOffice anda agar lebih cepat dijalankan dan dioperasikan:

1. Jalankan OpenOffice Writer

2. Pilih Tools => Options

3. Di bagian kiri, pilih Memory yang terletak di bawah direktori OpenOffice.org.

4. Ubah pengaturan yang terkait dengan Memory di bagian kanannya dengan nilai-nilai sebagai berikut :
a. Kurangi “Number of steps” pada Undo menjadi 30 (1)

b. Di bawah Graphic Cache, naikkan “Use for OpenOffice.org” menjadi 128MB. Lalu naikkan juga “Memory per object” menjadi 20MB (2)

c. Di bawah Cache for Inserted Objects, naikkan “Number of objects” menjadi 20.

d. Dan akhirnya centang Enable systray quickstarter.

e. Selanjutnya pilih “Java” di bagian kiri dan uncheck Use a Java runtime environment

Demikian tips sederhana ini, semoga bermanfaat bagi anda. Selamat mencoba!

Catatan Kaki:

1. Ini tergantung kebutuhan anda juga, namun yang jelas sebaiknya di bawah 100. Kalo saya pribadi pilih 50 karena perlu pengeditan dan menginginkan eksekusi perintah yang sebelumnya, walaupun 30 sebenarnya juga sudah cukup banyak

2. Inipun disesuaikan dengan keadaan memory anda. Jika anda hanya memiliki 128MB - 256MB, saya sarankan untuk mengubah “Use for OpenOffice.org” menjadi 64MB dan untuk “Memory per object” tetap pada pengaturan bakunya, 5MB. Jika >= 512MB maka 128MB dan 20MB untuk kedua pengaturan di atas insya Allah sudah cukup.

Tips meghilangkan spalsh screen open office

Untuk menghilangkan splash screen dari OpenOffice.org, anda dapat mengedit
file “sofficerc” yang letaknya di “/OpenOffice.org1.1.3/program/”.
File asli dari sofficerc adalah sbb:

/******** Begin Of File *********/
[Bootstrap]
Logo=1
/******** End Of File **********/

Agar OpenOffice.org tidak mengeluarkan splash screen lagi, maka ganti “Logo=1″
menjadi “Logo=0″.
Contoh file sofficerc yg telah dimodifikasi:

/******** Begin Of File *********/
[Bootstrap]
Logo=0 //-> Rubah dari Logo=1 menjadi Logo=0.
/******** End Of File **********/

Setelah anda melakukan perubahan, simpan kemudian jalankan dengan perintah
soffice.

javamaniac@myBlackBox:~$ soffice

Apakah anda merasakan perbedaannya ????
Terasa lebih cepat bukan :)

October 2, 2007

Problem - problem pada Vector Linux

Filed under: Linux Umum — yoner @ 1:04 am

Ini beberapa trouble yang sering dihadapi di warnet gw :

  1. Trouble pada LAN Card sering mabox
  2. Directory share dan mount point gak bisa diakses
  3. Sound card gak bunyi
  4. LAN ke Internet gak connect
  5. Aplikasi ngehang
  6. USB ke detect tapi pada waktu dibuka gak ada isinya

OK sekarang kita bahas satu persatu.

1. LAN CARD sering mabox

Ini biasanya terjadi ketika kita install vector menggunakan satu LAN Card, dan pada waktu operasional kita menambahkan LAN Card lagi. Sehingga pada waktu sehabis booting lan card sering tertukar.

solusinya :

  • Kita tuker-tuker saja kabel RJ 45 (kabel Lan)  ke LAN CARD 1 atau LAN CARD 2
  • Restart LAN CARD –>  /etc/rc.d/rc.inet1 restart    <– rc.inet1 diubah sesuai kebutuhan, misal ada 2 LAN CARD, reset  rc.inet1 & rc.inet2
  • Kalo mau aman sich install ulang pc dengan langsung memasang 2 lan card tsb.

2. Directory share dan mount point gak bisa diakses

Hal ini bisa disebabkan oleh firewall yang aktif dan share directory belum di mounting

solusinya :

  • Cek konfigurasi firewall sesuaikan dengan kebutuhan, atau firewall tidak usah di running pada watu booting. Hal ini bisa dilakukan pada menu VASM
  • Mounting ulang  –> mount -a
  • Kalau masih tidak mau –> Restart komputer

3. Sound card gak bunyi

Jika tiba-tiba anda sound tidak keluar coba lakukan langkah berikut :

  • Restart alsa –> /etc/rc.d/rc.alsa restart
  • Kalau masih tidak bisa restart komputer anda

4. LAN ke Internet gak connect

Lakukan langkah berikut :

  • Restart LAN CARD seperti cara no. 1

5. Aplikasi ngehang

Sering kita dapatkan ketika memori full aplikasi menjadi berat dan tidak bisa di close seperti biasanya. Kalau di windows kita bisa mengclose aplikasi tsb dengan task manager (Ctrl+Alt+Del), bagaimana dengan Linux, ada cara mudah, yaitu dengan perintah top dan htop

top :

  • masuk ke konsole dan login sebagai root (admin)
  • ketik : top
  • cari program yg akan di kill (lihat nomer PID nya)
  • Jika sudah dapat kill pid  –> kill 1908 <– 1908 adalah nomer pid program yg akan di kill

htop :

  • masuk ke konsole menu dan login sebagai root
  • ketik : htop
  • cara program yg akan di kill
  • kill program yg dinginkan dengan menghighlight program dan tekan tombol fucntion kill

6. USB ke detect tapi pada waktu dibuka gak ada isinya

flashdisk adalah penyakit paling buruk yang ada di VL Soho, sampai-sampai distro ini dibilang distro yang paling tidak support flashdisk. Cara mengakalinya adalah dengan memaksakan VL Soho untuk membaca flashdisk tersebut. Edit /etc/fstab, kemudian hilangkan tanda # pada baris:

#/dev/sda1 /mnt/pendrive vfat umask=0,noauto,user,quiet,shortname=mixed 0 0

Setelah anda hilangkan # rubah /dev/sda1 dengan posisi usb dimana anda sering gunakan untuk flashdisk.

Atau jika flashdisk sudah bisa diakses tetapi filenya tidak terbaca kita dapat mengaksesnya pada MC (Midnight Commander) :

  • Masuk ke konsole menu dan  login sbg root
  • ketik : mc
  • Masuk ke folder yg diinginkan

OK mungkin segitu dulu yah, nanti kalo ada tambahan bakalan di update

October 1, 2007

Install Vector Linux di Notebook ACER 4520

Filed under: Linux Umum — yoner @ 1:10 am

Udah beberapa minggu ini gwe install Vector Linux Soho 5.8. Banyak masalah yang gwe temuin pertama masalah VGA nya, driver bawaan vector gak support.

Akhirnya gwe download dari sini
Langkah instalasinya sbb :

  • Setelah download drivernya maka kita edit mode dari driver tsb, [chmod +x namafile] agar dapat dieksekusi
  • jalankan file tsb : ./nama filenya
  • Ikuti langkah instalasi
  • Yuuuup finish now see the jobs its done

Masalah kedua soundcard tidak kedetect, jadi bisu nich lapie

Setelah cari referensi kesana kemari akhirnya dapet juga solusinya.

Berikut cara setting sound alsanya :

  • download file sourcenya di disini.
  • File yg harus didownload
    • Alsa-driver
    • Alsa-lib
    • Alsa-util
  • Kemudian install from source, caranya sbb:
    • extract file : tar -xzvf alsa-dri ….. -C /tmp/ “extract kemudian simpan di directory /tmp”
    • masuk ke direktori tempat file di extract
    • ./configure
    • make
    • make install
  • Setelah ketiga file tsb diinstall langkah selanjutnya adalah mengedit file : /etc/modprobe.conf
  • Tambahkan perintah ini : options sda-hda-intel model=toshiba
  • Save configurasi tsb, kemudian restart laptop.

Mungkin segitu aja dulu, sekarang mo coba nginstall webcamnya, nanti kalo dah berhasil gwe update

src=”http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js” mce_src=”http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js”>

Blog at WordPress.com.